by

Dandim Nganjuk Kunjungi Petilasan Jenderal Sudirman di Bajulan

Nganjuk – Dandim 0810/Nganjuk Letkol Kav Joko Wibowo, SH., M.M. kunjungi petilasan Jendral Sudirman, Minggu ( 24/11/19 ). Bersama dengan Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat dan unsur Forpimda lainnya, Dandim 0810/Nganjuk kunjungi petilasan yang terletak di desa Bajulan kecamatan Loceret tersebut. Ada beberapa tempat bersejarah di area tersebut diantaranya rumah singgah, tempat rapat dan tempat sholat Jendral Sudirman.

Pada kesempatan tersebut Dandim 0810/Nganjuk disambut langsung oleh mbah Jirah juru kunci petilasan Jendral Sudirman dan saksi hidup singgahnya Jendral Sudirman beserta anak buahnya. Menurut mbah Jirah bahwa Jendral Sudirman pernah singgah di tempat tersebut selama 9 hari. Mbah Jirah juga sempat memasak untuk Jendral Sudirman pada saat itu.

Selain mbah Jirah hadir pula Madin Kades Bajulan yang turut menyambut kedatangan Dandim 0810/Nganjuk.

Menurut Dandim 0810/Nganjuk bahwa kedatangannya tersebut untuk mengetahui lebih dalam tentang sejarah petilasan Jendral Sudirman tersebut.

” Kebetulan hari ini bersamaan dengan pelaksanaan Napak Tilas perjalanan gerilya Jenderal Besar Sudirman yang dilaksanakan di Bajulan ini dalam rangka peringatan hari Pahlawan ke 74 dan HUT Kodam V/Brawijaya ke 71 ,” kata Dandim 0810/ Nganjuk.

Selain itu menurut perwira alumni Akmil 1999 tersebut bahwa kedatangannya beserta Bupati Nganjuk serta unsur Forpimda lainnya juga untuk bersilaturahmi dengan juru kunci petilasan Jendral Sudirman.

” Dengan mengunjungi tempat tempat seperti ini dapat mengingatkan kita kepada perjuangan para pejuang bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” lanjut Dandim 0810/Nganjuk.

Pada kesempatan tersebut, Dandim sempat merasakan langsung duduk diatas batu dimana Jenderal Besar Sudirman dan anak buahnya melaksanakan rapat guna menyusun strategi guna menghadapi agresi militer Belanda.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Jenderal Besar Sudirman pernah singgah di wilayah Nganjuk khususnya di Bajulan guna melaksanakan perang gerilya melawan Belanda.

” Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para Pahlawannya, untuk itu kita wajib untuk meneruskan cita cita luhur para Pahlawan “. tutup Dandim.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed