by

Bupati Nganjuk Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Anak Usia Dini di Smkn 1 Bagor

Bagor – Persoalan pernikahan anak usia dini dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih kerap sering terjadi. Tak ingin kondisi ini terus terjadi, Pemkab Nganjuk melalui Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPPPA) bersama TP PKK Nganjuk, terus bergerak untuk memberikan sosialisasi dan pencegahan hingga ke kawasan pendidikan Smkn 1 bagor. sabtu (23/11/2019)

Dalam kesempatan kegiatan Pembukaan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan pada Usia Anak serta Upaya Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Dalam Perempuan di Auditorium Smkn 1 bagor, menyebutkan salah satu faktor terjadinya pernikahan usia dini dikarenakan masih minimnya pengetahuan masyarakat terutama yang berada di kawasan pelosok.

“Oleh sebab itu, TP PKK Nganjuk beserta organisasi perempuan lainnya di nganjuk harus intensif mengerahkan anggota dan pengurus, untuk lebih intens melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap pencegahan pernikahan anak usia dini serta KDRT,” ujarnya.

Tugas dalam pencegahan pernikahan usia dini dan KDRT ini juga merupakan tugas bersama kaum pria khususnya kalangan bapak-bapak. “Kita harus satu persepsi bahwa tugas untuk mencegah pernikahan anak usia dini dan KDRT ini adalah tugas kita bersama, bukan hanya tugas kalangan ibu-ibu. Untuk itu, dengan adanya keharmonisan dalam keluarga, akan meminimalisasi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan pernikahannya,” ucapnya.

Lanjutnya, persoalan lainnya yang menjadi pemicu KDRT, yakni karena masih mendominasinya ketergantungan perempuan terhadap laki-laki. “Kondisi ini pula yang seringkali membuat perempuan bungkam, padahal perempuan itu sendiri harus mandiri,” ujarnya menegaskan.

Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk , H. Novi Rahman Hidayat Sos, MM mengatakan upaya pencegahan pernikahan usia dini dan KDRT menjadi tugas bersama dan konsen Pemkab nganjuk untuk terus meminimalisasinya.

“Kita ketahui, beberapa waktu lalu ada kejadian di nganjuk ini pernikahan anak usia dini. Ke depan semoga tidak terulang lagi dan kita semua akan memaksimalkan edukasi dan sosialisasi pencegahannya,”

“Hak remaja anak dirampas dan ini harus dicegah. Untuk pencegahan ini menjadi peranan orang tua dan lingkungan sekitar,” ucapnya.

Dia mengajak masyarakat untuk sama-sama menghentikan budaya negatif ajakan pernikahan dini yang terkadang disebabkan “ kecelakaan”. “Untuk itu kita perlu awasi, ingatkan, dan perlu pengertian anak-anak kita,” ucapnya.

Dia mengatakan pernikahan dini juga disebabkan oleh faktor ekonomi. Karenanya, dia mengajak masyarakat untuk tidak mengorbankan anak-anaknya dengan alasan faktor ekonomi ini untuk menikahkan mereka pada usia dini.

Selain itu, faktor pendidikan juga mempengaruhi. “Karena itu, peran kita mengingatkan mereka para sahabat dan teman-teman kita untuk memberikan informasi sehingga mereka tau akibat pernikahan dini itu,” ujarnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed