by

PENGAMBILAN SABUK JAMBON PSHT RANTING BAGOR

Nganjuk – Minggu yang cerah menjadikan suasana damai ‘n penuh semangat untuk jalani aktifitas. Banyak anak-anak muda keluar bersama pasangannya sendiri-sendiri, tapi bagi kami aktivitas tersebut hanya akan menjadikan kader-kader bangsa yang bobrok, penuh dengan kemaksiatan, daripada melakukan hal yang gak ada manfaatnya tersebut kami bersama mas-mas warga merancang sebuah strategi pengambilan sabuk jambon untuk disajikan kepada adik adik Waktupun sudah menunjukkan pukul 12.30 wib, kami bersama mas-mas warga dan tamu undangan mulai berkumpul di gor dsn dukuh desa banaran wetan . minggu (17/11/2019)

Ketua ranting bagor Wahyu Utomo dan didampingi oleh para pelatih, memulai latihan seperti biasa, melakukan pemanasan, kemudian dilanjutkan lari-lari mengintari lapangan sepak bola dsn alastuo dst hingga masuk gor dsn dukuh. Penuh dengan keringat membuat adik-adik semangat untuk berlatih, mas-mas warga pun ikut bangga karena semangat dan tekad adik-adik tsb.

Sambil menanti adik-adik hilang rasa capeknya, mas-mas warga menempati pos masing-masing. Pembagian pos sudah ditentukan waktu rapat, yaitu terdiri dari empat pos, pos pertama mendapat materi asdower yang pegang oleh Mas Farid, Mas Rahman dan Mas Roni, kemudian pos dua mendapat materi senam dipegang oleh Mas Agung, Mas Akin, dan Mbak Ririn, pos ketiga jurus dipegang oleh Mas Emon dan Mas huda, dan pos terakhir bagian pengarahan/ke-SH-an yang diisi oleh tamu kita mas agus dan mas eko.

Siswa satu persatu dipanggil untuk melaksanakan tes tsb, dengan penuh keyakinan dan semangat yang berkobar demi mendapatkan sabuk jambon/demi kenaikan tingkat halangan apapun mereka tempuh. Satu demi satu siswa pun telah selesai melaksanakan tugas dari pos I sampai Pos terakhir. Siswa yang sudah selesai tugasnya langsung menemui mas Erifa untuk mendapatkan pencerahan atau wawasan tentang kegiatan yang ada di peaktekan

Tarung antar siswa pun segera dimulai (sambung), disini sambung tidak diartikan saling melukai antar siswa, melainkan menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat, penuh dengan penjiwaan yang mendalam, seni dan pola langkah sangat diperhatikan. Doa sambung yang dipimpin oleh pelatih tetap kita diikuti semua siswa menunjukkan sambung segera dimulai. Membentuk sebuah lingkaran besar, satu persatu masuk dalam kalangan, gerakan, seni, pola langkah akan dilagakan dalam pertandingan tsb.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed